Balai Desa Tirip - Mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman menyelenggarakan sosialisasi pembuatan pupuk kompos di Balai Desa pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri para warga utamanya ibu-ibu yang tertarik mengembangkan pertanian organik. Narasumber memberikan panduan lengkap tentang bahan baku, teknik pembuatan, hingga aplikasi pupuk kompos ke lahan pertanian. Inisiatif ini diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus memanfaatkan limbah organik rumah tangga untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara PKK dan mahasiswa KKN UNSOED Periode Januari - Februari 2026 ini diawali dengan senam massal bersama. Sekitar puluhan peserta, mayoritas ibu-ibu anggota PKK dan kelompok tani, mengikuti senam pagi yang dipandu oleh instruktur senam Bu Ririn. Suasana penuh semangat dan kekeluargaan tercipta sejak awal kegiatan, mencairkan suasana sebelum memasuki sesi sosialisasi.
Setelah senam massal, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang pembuatan pupuk kompos. Narasumber dari mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman 2026 menjelaskan secara detail tentang manfaat pupuk organik bagi tanah dan tanaman. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan bahan baku yang mudah didapat seperti dedaunan kering, sisa sayuran, kotoran ternak, dan limbah organik rumah tangga lainnya.
"Pupuk kompos ini sangat mudah dibuat sendiri di rumah. Kita bisa memanfaatkan sampah organik yang selama ini mungkin dibuang begitu saja. Selain menghemat biaya, pupuk kompos juga lebih ramah lingkungan dan menyehatkan tanah," jelas salah satu narasumber dari tim mahasiswa KKN.
Para peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan tentang teknik pembuatan pupuk kompos, mulai dari pemilihan bahan, komposisi yang tepat, proses pengomposan, hingga tanda-tanda kompos yang sudah matang dan siap digunakan. Mahasiswa KKN juga memberikan tips praktis tentang cara mempercepat proses pengomposan dan mengatasi kendala yang sering muncul seperti bau tidak sedap atau proses yang terlalu lama.
Ibu Ani, salah satu peserta dari kelompok PKK Dusun Kedawung, menyambut baik kegiatan ini. "Selama ini saya hanya pakai pupuk kimia untuk tanaman di pekarangan. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi tahu bahwa limbah dapur dan sampah halaman bisa dimanfaatkan jadi pupuk. Saya ingin mencoba di rumah," ungkapnya.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta seputar perbandingan bahan, lama waktu pengomposan, dan cara aplikasi pupuk kompos ke berbagai jenis tanaman. Tim mahasiswa menjawab setiap pertanyaan dengan sabar dan memberikan contoh konkret yang mudah dipahami.
Kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk kompos ini sejalan dengan visi Desa Tirip untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik. Program ini juga diharapkan dapat membantu warga mengurangi pengeluaran untuk pupuk kimia sekaligus meningkatkan kualitas hasil pertanian dan pekarangan.
Bagi warga yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pembuatan pupuk kompos atau ingin mengikuti program serupa, dapat menghubungi kantor desa atau tim mahasiswa KKN UNSOED yang bertugas di Desa Tirip.