Kedawung, Desa Tirip - Program intensifikasi pekarangan melalui budidaya cabai digelar di Dusun Kedawung pada Rabu, 21 Januari 2026. Puluhan warga, khususnya ibu rumah tangga, mempelajari teknik menanam cabai mulai dari persiapan media tanam, penanaman bibit, hingga perawatan rutin. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan lahan pekarangan untuk menghasilkan sayuran sendiri sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan keluarga. Program ini bagian dari upaya desa mewujudkan ketahanan pangan tingkat rumah tangga.
Kegiatan ini merupakan inisiasi mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman Periode Januari-Februari 2026 ini dihadiri sekitar 25 peserta dari berbagai RT di Dusun Kedawung. Para peserta antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan yang dipandu langsung oleh tim mahasiswa KKN yang memiliki latar belakang pertanian.
Materi pelatihan dimulai dengan pengenalan varietas cabai yang cocok untuk budidaya pekarangan, seperti cabai rawit, cabai merah keriting, dan cabai hijau. Narasumber dari mahasiswa KKN UNSOED menjelaskan keunggulan masing-masing varietas dan tips memilih bibit berkualitas. "Cabai adalah komoditas yang sangat menguntungkan karena permintaan pasar selalu tinggi. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, ibu-ibu bisa menghemat belanja sekaligus mendapat penghasilan tambahan," jelas salah satu narasumber.
Peserta kemudian diajak praktik langsung menyiapkan media tanam yang tepat untuk cabai. Tim mahasiswa mendemonstrasikan cara mencampurkan tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan yang ideal agar tanaman cabai dapat tumbuh optimal. Mereka juga menjelaskan pentingnya drainase yang baik untuk mencegah akar cabai membusuk akibat genangan air.
Setelah media tanam siap, peserta mempraktikkan cara menanam bibit cabai dengan benar, mulai dari pembuatan lubang tanam, penanaman bibit, hingga penyiraman awal. Materi perawatan tanaman cabai juga disampaikan secara lengkap, meliputi teknik penyiraman yang tepat, pemupukan berkala, pemangkasan tunas yang tidak produktif, serta pengendalian hama dan penyakit secara organik. Tim mahasiswa memberikan tips menggunakan pestisida alami dari bahan-bahan sederhana seperti daun mimba, bawang putih, dan cabai itu sendiri untuk mengusir hama.
Sebagai bentuk dukungan, setiap peserta mendapatkan bibit cabai dan media tanam. Tim mahasiswa KKN juga berkomitmen melakukan pendampingan rutin untuk memantau perkembangan tanaman cabai yang ditanam oleh warga serta memberikan solusi jika ada kendala dalam proses budidaya.
Kepala Dusun Kedawung, Ibu Ani , menyambut baik program ini. "Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UNSOED yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Pekarangan yang produktif tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tapi juga membuat lingkungan lebih hijau dan asri," ungkapnya.
Program intensifikasi pekarangan ini merupakan bagian dari strategi Desa Tirip dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal, diharapkan setiap keluarga dapat memenuhi kebutuhan sayuran sendiri dan bahkan menghasilkan surplus untuk dijual.
Bagi warga yang ingin mendapatkan bimbingan lebih lanjut tentang budidaya cabai atau tanaman pekarangan lainnya, dapat menghubungi kantor desa atau tim mahasiswa KKN UNSOED yang bertugas di Desa Tirip hingga akhir Februari 2026.